Langsung ke konten utama

Ketika Aksi ≠ Reaksi


Hidup selalu memberi kita pelajaran. Dari mana pun itu, entah secara formal dari sekolah, dari keluarga, dari teman, bahkan bisa saja kita dapatkan dari tukang becak di depan sekolah.

Ilmu dan pelajaran itu tak terbatas. Matematika, sains, sosial, filosofi dan lain-lain. Dan, tanpa banyak orang yang menyadarinya, semua ilmu tersebut memiliki relevansi.

Oke, saya ambil contoh, fisika. Sebenarnya, hukum-hukum, teori-teori dan postulat-postulat, banyak sekali dalam fisika. Tapi saya ambil salah satu hukum Newton, yaitu gaya aksi = gaya reaksi.

Secara ideal, sebuah benda yang dikenai gaya aksi, akan memberikan gaya reaksi. Dan itu sudah dibuktikan oleh para ilmuwan.

Dalam kehidupan kita pun begitu. Contohnya, saat kita membeli barang, kita harus membayar (aksi), lalu baru bisa kita bawa pulang barang itu (reaksi). Begitulah seharusnya hidup berjalan, ideal seperti dalam hukum Newton.

Tapi, apa yang terjadi jika aksi yang kita berikan tidak mendapatkan reaksi yang setimpal? Apa itu berarti hidup ini tidak ideal?

Yang perlu kita ingat, sebagai umat beragama, kita punya Tuhan Yang Maha Adil. Tuhan pasti menciptakan semua ideal dan berpasangan (dari sinilah hukum aksi reaksi bersumber). Ada baik, ada buruk, ada kecil, ada besar, dsb.

Baik, kembali ke pertanyaan di atas, jika aksi ≠ reaksi, maka di sinilah kebesaranNya terlihat. Ketidaksetimpalan tersebut pastilah rencanaNya yang tidak kita tahu. Mungkin, jika saat ini aksi kita < reaksi, maka Insya Allah, di lain waktu aksi kita akan lebih besar dari reaksi, dan sebaliknya. Wallahua'lam..

Yang terpenting, lakukanlah apa yang terbaik, dan lalui jalanNya yang lurus. Karena sesungguhnya, seadil-adilnya hakim adalah Allah SWT. Pasrahlah dan bertawakkal-lah, Dia selalu punya rencana terbaik untuk kita, dan Dia tak akan ingkar janji. :))

Location : Address not available

Posted via Androidkuu

Komentar

  1. bukan hanya di lain waktu, namun hasil sedikit yang kita dapat itu ,kita lihat dengan kacamata manusia -terbatas kekuatannya- .. Allah memiliki kacamataNya sendiri, sehingga tepatlah jika muncul ketidaktahuan akal kita pada rencanaNya yg membuat kita kesal dan kecewa.
    stay optimis! Hk III newton selalu berlaku,
    wallahu 'alam

    BalasHapus
  2. karena Allah Maha Tahu..
    yang penting kita percaya saja kalo semua bakal indah pada awaktunya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Persimpangan :[

Gini gini, saya lagi bingung masalah penjurusan yang udah di depan hidung, menurut kalian saya lebih baik milih yang mana: GEOLOGI: saya suka sebenernya, lebih menghafal dan memahami sejarah tentang bumi dari pada hitung menghitung. But it's not as simple as that to get in here. yeaah, dewa dewa semua yang bisa masuk sini. maklum, jurusan terfavorit se-FITB raya. Saya suka, soalnya di sini mempelajari tentang litosfer kan, nah, ya belajarnya tentang batu, fosil, barang tambang dan yang gitu-gitu deh. Tapi aku mikir, takutnya aku bosen belajar batu --" dan takut fisik ini tidak sekuat itu untuk mendaki gunung dan observasi di lapangan. ya, saya takut ketinggian. GEODESI DAN GEOMATIKA oke, saya lumayan lah dalam hitung menghitung, tapi males aja, mending juga menghafal ehehe -__- yaaap, geodesi itu ya memetakan permukaan bumi, ga cuma peta datar gitu bro, sampe kontur, tinggi, rendah blablblabla juga diitung. kebayang kan betapa rumitnya perhitungan itu? tapi ini keren ban...

Moon at A Hot Sunny Day

Bulan di siang bolong? Emang ada? Pasti kalian bertanya-tanya, tapi aku bener-bener lihat tadi. Panas, gerah, capek, bete, pegel-pegel, sendirian pula! Lengkap sudah penderitaanku tadi pagi. Jam 10. Aku udah bilang sama semua anggota redaksi buat dateng. Tapi apa? Sampe pick-up pembawa majalah dateng malah cuma aku sendirian. Sendiri. Bener-bener ngerjain sendiri. Mulai dari nunjukin jalan sopir pick-up, anggil bu cham, haduh pokoknya nyebelin! Sampe akhirnya aku manggil bu cham yang lagi jaga UAS. Dan Biey2 pun dateng. Oke deh, lumayan ada temennya satu orang. Terus, nemenin bu Cham ke sopir pick-upnya. Udah deh, ngomong-ngomong harga gitu. Habis itu sopirnya pulang. Terus bu Cham ngasih arahan tentang pembagian majalah HANYA kepada daku dan Biey2. Tiba-tiba, ada cowok lewat. Manis,tinggi, dan yang penting gak asing di mataku. Bu Cham masih ngasih arahan dan mataku tetep ngeliat cowok berseragam ala pegawai telkom. Setelah selesai, aku ama Biey2 menuju mabes. "Eh,ngapain tu Si Pu...

Twilight in Paradise Island (Part 2)

... kita (beberapa penghuni laskar a-one yang kurang beruntung) memutuskan dengan berat hati untuk BERJALAN KAKI ke central park. Awalnya kita happy-happy aja bisa enjoying twilight di sekitaran kuta. Tapi lama-lama. . Aku: Bie, kok ga nyampe-nyampe ya? Deby: iya ya mine. Kalo katanya orang tadi, 10 menit udah nyampe. Aku: Ya ammpuun biee... ni uda hampir sejam kita jalan.. (pengen nangis) Beberapa kali kita nyoba nyerah dan nyari komotra, tapi gagal soalnya komotranya juga ga ada yang sepi(baca: penuh sesak) Finally, setelah berjalan jauuuuh banget sampe kaki kayaknya udah ga nyentuh tanah, kita menemukan titik terang: KOMOTRA KOSONG! YEAY!! Langsung kita naik, eh tapi mana pak sopirnya?? Ya Allah... nunggu deh kita sampe bapak sopirnya dateng.. Bla bla bla, akhirnya nyampe central park, daaann.... BUS 1!!;D Dengan tampang sedikit lega, guide bus saya yang baik hati itu nyuruh kita masuk.. Kalo ada temen-temen yang ilang, pasri dia juga tuh yang repot.. haha ;D Pulang ke hotel => m...